Info Teknologi

Berbagi Info Menarik

Doa Sujud Terakhir

Setiap orang Islam yang sudah baligh dan berakal tentunya ia memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dilakukannya, salah satunya adalah sholat lima waktu.

Dalam surat lain Allah Subhana wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah : 45).

Dalam sebuah hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Suatu saat akan datang para pemimpin. Mereka melakukan amalan ma’ruf (kebajikan) dan kemungkaran (kejelakan). Barangsiapa mengetahui bahwa itu adalah kemunglaran maka dia telah bebas. Barangsiapa mengingkarinya maka dia selamat. Sedangkan (dosa dan hukuman adalah) bagi siapa yang ridho dan mengikutinya.” Kemudian para sahabat berkata. “Apakah kami boleh memerangi meraka?”  Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jangan selama mereka mengerjakan sholat.” (HR. Muslim no. 4906).

Di dalam sholat ada waktu atau tempat yang sangat mustajab untuk berdoa yakni saat sujud terakhir. Maka dari itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa ketika sujud terakhir.

Dari Abu Hurairah rhadiyallahu ‘anhu, Sesungguhnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Keadaan paling dekat antara hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim, Sahih Muslim, 2/49).

Hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas rhadiyallahu ‘anhu, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam menyingkapkan tirainya, sedangkan para sahabat berbaris dibelakang Abu Bakar, kemudian beliau bersabda,” Hai manusia, sungguh tidak ada tersisa dari kabar gembira nubuwah kecuali mimpi yang sholeh yang dialami seorang muslim atau diperlihatkan padanya. Ketahuilah, aku dilarang untuk membaca Al Quran pada waktu rukuk dan sujud, adapun ketika rukuk maka agungkanlah Tuhanmu azaa wa Jalla padanya. Adapun ketika sujud maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, peluangnya lebih besar untuk doamu.” (HR. Muslim, Shaih Muslim, 2/48).

Dalam berdoa ketika sujud pun anda harus melihat situasi dan kondisinya. Kalau sekiranya dapat menganggangu orang yang sedang sholat, maka dipelankan saja bacaannya, tidak boleh dikeraskan. Lantaran hal ini dapat mengganggu kekhusyuan sholat yang lain.

Dari Abu Said rhadiyallahu ‘anhu, ia berkata,” Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam beritikaf di masjid, kemudian mendengar sebagian sahabat mengeraskan bacaannya, kemudian beliau membuka tirainya dan bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya setiap kalian itu sedang bermunajat kepada Tuhannya, maka janganlah kalian saling mengganggu satu sama lain, dan jangan pula saling mengerakan dalam bacaan’ atau beliau bersabda dalam sholat.” (HR. Sunan Abi Dawud, 2/38).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau pada suatu hari menerangkan tentang sholat, lalu beliau bersabda, “Barangsiapa memeliharanya, maka sholat itu baginya sebagai cahaya, bukti dan penyelamat pada hari qiyamat. Dan barangsiapa tidak memeliharanya, maka sholat itu baginya tidak merupakan cahaya, tidak sebagai bukti, dan tidak (pula) sebagai penyelamat. Dan adalah dia pada hari qiyamah bersama-sama Qarun, Fir’aun, Haaman, dan Ubay bin Khalaf.” (HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343).

Doa Sujud Terakhir

Dalam sebuah hadits, Aisyah rhadiyallahu ‘anha berkata ‘Pernah suatu malam aku kehilangan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam di sampingku, lalu aku berusaha mencarinya ternyata aku menyaksikan dia sedang sujud (sholat malam) dan aku dengar dia membaca dalam sujudnya’

Subhanaka wa bi hamdik

Artinya: “Mahasuci Engkau dan segala pujian hanyalah untuk-Mu.”

La ilaha illa Anta

Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau.”

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *