Info Teknologi

Berbagi Info Menarik

Mengulik Tentang Pengertian NFT yang Sedang Ramai Diperbincangkan

apa itu nft

Peningkatan jumlah token yang tidak dapat dipertukarkan, juga dikenal sebagai NFT. Dari seni hingga musik, taco, tisu toilet, dan beberapa  yang tidak masuk akal, mereka juga aset digital yang dijual di  dunia maya. Beberapa dari mereka bahkan menjual jutaan dolar. Tapi sejujurnya mungkin masih banyak yang belum paham apa itu NFT, apakah worth it dengan harga yang diiklankan?

Banyak ahli mengatakan bahwa NFT adalah gelembung yang dapat meledak kapan saja, seperti epidemi dot-com dan Beanie Babies. Namun, beberapa pihak yakin bahwa NFT akan terus berkembang dan menjadi investasi yang akan bertahan selamanya.

Dikutip dari laman Forbes pada Minggu, 5 Maret 2022, NFT merupakan aset digital yang merepresentasikan objek dunia nyata seperti seni, musik, item dalam game, dan  video. Mereka dibeli dan dijual secara online, lebih sering  disebut  cryptocurrency, dan  umumnya dikodekan dalam perangkat lunak dasar yang sama dengan banyak cryptocurrency.

Pada tahun 2014, NFT tidak seramai sekarang. Mungkin karena sistem pembelian token terus ditingkatkan dan disederhanakan. Anehnya, sejak November 2017, nilai jual  beli NFT sudah  mencapai $174 juta.

“Pada dasarnya, NFT menciptakan kelangkaan secara digital,” kata Arry Yu, ketua Dewan Asosiasi Industri Teknologi Washington Cascadia Blockchain dan Direktur Pelaksana Yellow Umbrella Ventures.

Pernyataan ini dapat diartikan bahwa NFT seharusnya hanya ada satu untuk setiap jenis barang, dengan tujuan untuk menciptakan kelangkaan terhadap setiap barang secara daring.  Yang kadang menjadi pertanyaan adalah, mengapa hanya demi sebuah gambar yang hanya bisa di unduh atau sekedar di screenshot?

Jawaban dari pertanyaan ini adalah jelas bahwa NFT menjanjikan keaslian dari gambar tersebut, tidak hanya itu, ini berisi otentikasi bawaan, yang memiliki fungsi sebagai bukti kepemilikan. Kolektor menghargai “hak membual digital” itu hampir lebih dari barang itu sendiri.

NFT itu bagaimana bekerjanya?  Masih banyak yang mempertanyakan sistem kerja NFT, bukan lain karena banyak yang sukses menjadi tajir melintir hanya dengan menjual gambar secara NFT.  NFT berada dalam blockchain, yang mirip buku besar publik terdistribusi yang bertugas mencatat transaksi.

Anda mungkin paling akrab dengan blockchain sebagai proses dasar yang memungkinkan cryptocurrency.  Secara khusus, NFT umumnya disimpan dalam blockchain Ethereum, walaupun blockchain lain juga memberikan supportnya.  NFT diciptakan, atau “dicetak” dari objek digital yang menjadi wakil barang berwujud dan tidak berwujud, termasuk: Seni, GIF, Video dan sorotan olahraga,

Koleksi, Avatar virtual dan kulit video game, Sepatu desainer, dan Musik.  Bahkan tweet juga dihitung. Pendiri Twitter “Jack Dorsey” menjual tweet pertamanya sebagai sebuah NFT yang laku seharga lebih dari USD 2,9 juta.

Pada dasarnya, NFT layaknya barang kolektor fisik, hanya saja tampil secar digital. Jadi, alihalih memperoleh lukisan cat minyak yang sebenarnya untuk menghiasi dinding rumah, pembeli justru akan memperoleh file digital saja.

Jika anda termasuk ke dalam penjaja foto di NFT, maka hak milik atas gambar anda adalah sepenuhnya milik anda. Self-drawer dan mereka yang suka memotret sendiri membutuhkan tanda tangan atau watermark untuk mencegah penyalahgunaan gambar.

Hal yang Diperjual Belikan di NFT

Dibawah ini beragam produk yang dapat Anda jual di NFT atau Non Fungible Token. Dihimbau untuk menjual produk yang masuk akal, jangan jual produk yang aneh-aneh.

  • Musik
  • Item Game
  • Meme
  • Fashion Virtual
  • Akun Media Sosial
  • Aneka Barang Online
  • Nama Domain
  • Aksi Olahraga
  • Kartu Trading
  • Video Klip Pendek

Sekian review tentang NFT semoga bermanfaat bagi  yang masih tertarik dengan NFT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *